Publikasi

Talkshow Innovative and Effective Brand Management
27 Nov 2017

Berkunjung kembali ke UK Petra, Bapak Mendiola B. Wiryawan datang dengan membawa topik yang sedang hangat di tengah tugas-tugas perkuliahan. Mahasiswa DKV angkatan 2015 yang sedang berkutat dengan mata kuliah DKV 3, terlihat antusias mendengarkan seminar yang dipaparkan pendiri Mendiola Design Associates ini. Tak hanya itu, mahasiswa mata kuliah pilihan brand communication dan beberapa mahasiswa angkatan muda terlihat mengikuti seminar tersebut.

Di tengah perkembangan jaman, menjadi seorang Brand Management dituntut untuk bisa menjadi efektif dan inovatif. Mengapa demikian? Karena seorang desainer komunikasi visual dikatakan berhasil apabila mampu membawa solusi yang efektif dan inovatif dalam setiap karyanya. Seperti halnya dalam branding. Branding bukan hanya semata-mata produk yang terlihat indah di mata, melainkan mampu membangun sebuah reputasi terhadap sebuah brand, merk, produk, atau bahkan pribadi seseorang. Sebuah branding dikatakan baik apabila mampu membangun reputasi yang baik juga. Mengambil contoh kasus salah satu project miliknya, yakni re-branding merk air mineral Pristine, mahasiswa diperlihatkan bagaimana sebuah branding mampu membangun reputasi baru yang lebih baik.

Seperti yang diketahui, Pristine merupakan salah satu merk air mineral. Pristine masih belum memiliki branding yang baik, sehingga tidak semua orang tahu keunggulan air mineral ini. Akibatnya, orang menganggap bahwa Pristine sama halnya dengan air mineral lainnya. Padahal, air mineral Pristine memiliki keunggulan utama, yakni merupakan air mineral alkaline dengan PH 8+ yang bermanfaat untuk detoksifikasi tubuh. Air mineral ini diproses dengan teknologi tinggi dari Jepang. Setelah serangkaian proses riset, maka lahirlah wajah baru pristine. Rebranding ini menggambarkan Pristine sebagai sosok wanita muda yang peduli terhadap kesehatan, aktif dan rajin berolah raga. Sungguh sebuah re-branding yang sukses akan membawa pengalaman baru bagi konsumennya.

Sebuah branding yang sukses tentu melewati berbagai macam proses yang panjang. Salah satu yang dibagikan oleh Bapak Mendiola adalah proses grouping. Proses grouping yaitu dengan mengelompokan beberapa brand atau produk yang memiliki kesamaan dari segi tampilan, kualitas, dan sebagainya. Melalui proses grouping, seorang desainer komunikasi visual akan lebih mudah mencari keunikan apabila hendak menempatkan sebuah produk atau brand di tengah-tengah pasar. (Pie)

Baca lebih lanjut>
DKV UK. Petra Berangkat ke KMDGI XII
13 Nov 2017

Kriyasana Desainer Grafis Indonesia (KMDGI) adalah adalah forum untuk berkumpul, bertukar pikiran, berdikusi dan mengapresiasi karya atau konsep kreatif antar mahasiswa desain grafis atau desain komunikasi visual se-Indonesia. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Bali, kali ini Kota Semarang, Jawa Tengah, mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah KMDGI XII yang dilaksanakan selama 2-4 November 2017, di Gedung UTC.

KMDGI XII mengangkat tema “Udah Sama?” membahas kesetaraan yang akhir-akhir ini krusial mulai dari kesetaraan gender, sosial, hingga hal-hal sensitif seperti agama. Dalam pameran, diharapkan karya-karya dapat memberikan solusi mengenai kesenjangan yang terjadi di masyarakat.

Tak kalah menarik dengan 2 tahun sebelumnya, KMDGI XII kali ini menampilkan kolaborasi karya dari 55 delegasi se-Indonesia, creative sharing yang melibatkan 20 pembicara profesional, 47 karya instalasi dan video dari delegasi se-Indonesia. Pada hari pertama, dibuka dengan acara opening dan peresmian KMDGI XII, terdapat talkshow “Lakon Semarang” dengan pembicara Bobomagz (Lare Studio), Agus Hartomo (Founder @folkakreatif & Co-Founder @architectureinlife), dan Yoga Danu (Content Creator “Soekirman”) yang membahas bahwa di Semarang sebenernya memiliki banyak potensi tetapi hanya sedikit ruang berkarya, serta jangan lelah untuk terus berkarya. Ada talkshow serta workshopIntroduction to UI/IUX” menampilkan Trias Nur Rahman (Co-founder, UniteUX) dan Arianti Silvia (Senior Designer, KMK Online) yang mengenalkan secara singkat apa itu UI/UX, sejarahnya, serta pengolahan konten desain. Talkshow ketiga yaitu  “Next Generation of Creative Preneur” menampilkan Dennis Adhiswara (Layaria), Inez Yorisya (LINE), dan Gatot Hendraputra (ImpalaSpace) berbicara mengenai perbedaan antara entrepreneur dan creativepreneur, cara menjadi lebih kreatif dan booming, serta membahas cara membuat sesuatu yang berbeda dan viral.

Pada hari kedua KMDGI XII talkshowRedesign to Make Change” menampilkan Ketut Yudistira (Founder “Kok Bisa?” Channel), Andi Martin (CEO “Kratoon Channel”), Vincentius Surya Putra (Project Manager Tatarupa). Selanjutnya talkshow dan workshopThe Rise of Destination Branding”, menampilkan Felencia Hutabarat (Creative Economy Consultant), Motulz Anto (Creative Advisor Kreavi), dan Peter Ardhianto (Founder Pure Design Agency) membahas tentang tujuan dari branding suatu daerah untuk memunculkan nilai bagi masyarakat tentang pentingnya daerah tersebut dan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat, sedangkan workshop dibawakan oleh Andhy Irawan (Founder & CEO PT. Dafam Hotel) dan TelusuRi (Travel Hub Ecosystem). Talkshow ketiga “Creative Career in Digital Era”, menampilkan tiga pembicara dari ADGI dan AIDIA yaitu Diaz Hendrassukma, Io Woo, dan Eka Sofyan Rizal. Membahas tentang bagaimana saat ini kita memasuki era baru, era digital. Menjadi seorang desainer harus relevan karena perbedaan era, dan kita harus belajak menyesuaikan diri. Desainer memiliki kreativitas sendiri, jangan jadikan kata “nyleneh” menjadi budaya. Kita bisa berkembang dengan bergaul, belajar otodidak, memperdalam kreativitas, mulai mencoba metode sendiri, dan mengembangkan empati. Talkshow yang terakhir, “Scaling Collaboration to the Next Level” menampilkan Eri Kuncoro (Suara Merdeka), Vidi Aldiano (Founder KROWD.id), Sweta Kartika (Founder Padepokan Ragasukma). Dua hari pertama, pada setiap akhir acara diadakan screening video simbiotik bersama-sama dari setiap delegasi. Setiap acara talkshow dan workshop diselingi berbagai penampilan musik dari delegasi, serta karya instalasi dari dari berbagai delegasi yang menjawab tema kesetaraan dengan berbagai macam topik dari hal-hal kecil disekitar kita yang ternyata perlu diperhatikan.

Sampai dihari terakhir KMDGI XII, diadakan forum diskusi, closing ceremony dan awarding night. Sayang sekali, KMDGI XII harus berakhir, namun jangan khawatir! Pada saat forum diskusi, telah ditentukan tuan rumah KMDGI XIII dua tahun lagi dan telah diputuskan, tuan rumah KMDGI XIII tahun 2019 adalah kota Padang, Sumatera Barat. Sampai jumpa, kawan! Sampai bertemu kembali di Padang! (Vero)

Baca lebih lanjut>
Menjejakkan Kaki di Film
15 Jan 2018

Bernardus Raka Aditya Ramadeva (42412018), setelah memenangkan kategori Best Director 2016 di ajang GoVideo Competition melalui film “Delivering Happiness”, ia kembali lagi bersama timnya di People Film memenangkan hati penonton dan merebut juara favorit di filmnya di ajang Festival Iklan Bukalapak 2016.

Seri “Si Pitak” ini menceritakan tentang seorang laki-laki muda bernama Pitak yang terobsesi untuk bisa menjadi pahlawan. Namun setiap kali dia mencoba untuk mejadi pahlawan, apapun yang dilakukannya dipersepsi berbeda oleh orang-orang di sekitarnya. Rambutnya yang pitak menjadikan dia selalu diremehkan oleh orang sekitarnya. Pada akhirnya dia menemukan cara lain untuk menolong sesame.

Filmnya dapat dilihat di

https://www.youtube.com/watch?v=T8Cu6hIzhhA

Selamat buat Raka dan People Film!

 

Image courtesy: https://festivaliklan.bukalapak.com/

Baca lebih lanjut>
Lagi, di Communication Awards (CA) 2016
15 Jan 2018

Communication Awards adalah ajang apresiasi nasional mahasiswa kreatif tertua dan terbesar di Indonesia yang memiliki lima kategori kompetisi; CSR Program, Feature Writing, Festival Film Gadget, Integrated Campaign, dan Print Ad yang diselenggarakan oleh Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Komakom UMY).

Di ajang ini, kembali lagi seperti di tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa DKV UK Petra meraih prestasi di CA 2016 ini. Adalah Angeline Clareta Hayono (42413126) dan Jeffry Pranaya Gosaly (42414026) yang masing-masing meraih Juara 1 dan Juara 2. Prestasi yang sungguh membanggakan. Selamat ya buat kalian! Terus berkarya dan bersahaja!

 

Baca lebih lanjut>
Silver di AdStudent Pinasthika 2016
15 Jan 2018

Pinasthika Creativestifal 2016 adalah event insan kreatif nasional yang diadakan oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Daerah Istimewa Yogyakarta yang bekerjasama dengan Harian Kedaulatan Rakyat. Dalam event ke-17 ini tema besarnya adalah AWAKE ON yang menampilkan ribuan karya kreatif se-Indonesia.

Dari puluhan kategori untuk insan professional kreatif tersebut ada kategori AdStudent (mahasiswa) yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari kampus-kampus yang mempunyai program studi ilmu komunikasi maupun desain komunikasi visual se-Indonesia.

Untuk Pinasthika 2016 ini, mahasiswa DKV UK Petra mendapatkan SILVER di kategori AdStudent melalui Nita Elviani Limman (42414023) & Sonia Anggriawan (42414006).

Sementara itu di kategori lain, alumni DKV UK Petra yang baru saja lulus berhasil mendapatkan silver dan bronze melalui Vincentius Bobby dan Anthony Chandra.

Selamat!!!

 

Baca lebih lanjut>
Desain Kemasan Mengemas Prestasi (Lagi)
15 Jan 2018

Menjelang akhir tahun 2016 ini, DKV UK Petra mencatatkan sejarah kembali. Adalah Asia Students Package Design Competition (ASPaC) Award 2016 yang merupakan kompetisi desain kemasan tingkat internasional bagi mahasiswa fakultas desain di Jepang, Korea, Indonesia, Thailand, China, dan Taiwan yang tahun ini merupakan tahun ke-2 Indonesia berpatisipasi dalam ASPaC Award.

Mahasiswa DKV UK Petra mencatatkan merebut Juara 1 melalui Hana Setiono Oei (42413059) & Jovita Christina Tandono (42413037) serta Juara 2 melalui Raymond Gunawan (42413026) & Marcella Kartika (42413048). 

Dalam daftar finalis pun mahasiswa DKV UK Petra dari mata kuliah pilihan Desain Kemasan ini juga cukup mendominasi. Tercatat ada 3 tim yang masuk dalam finalis tahun ini. Mereka adalah Bernadet Livianey Budiarto (42413085), Irawati Wijaya (42413084), & Nathania Santoso (42413093); Stefany Monica (42413132) & Giovanny Christanti (42413137); Juvensia Wibowo (42413029) & Claudia Angelina Malada (42413002). 3 tim yang menjadi finalis karyanya juga ikut dipamerkan dalam Pameran Internasional ASPaC 2016.

Tiga peserta dengan karya terbaik akan diundang ke Jepang sebagai perwakilan pemenang dari Indonesia untuk mengikuti serangkaian acara study tour di Tokyo dan Yokohama selama satu minggu, serta untuk penjurian final dan memperebutkan hadiah utama melawan mahasiswa pemenang dari negara peserta lainnya, yaitu Jepang, Korea, Thailand, China, dan Taiwan. Seluruh karya pemenang dan finalis saat ini dipamerkan di Binus Northumbira School of Design, Jakarta pada tanggal 21-25 November 2016, untuk kemudian dipamerkan di negara-negara peserta lainnya.

Mata kuliah pilihan Desain Kemasan ini berada di bawah pengajaran Dr. Listia Natadjaja, M.Des, Elisabeth Christine Yuwono, S.Sn, M.Hum, serta Bernadette Maer, S.Sn., M.Sc. 

Selamat!

Baca lebih lanjut>
NPES Printpack Outlook Conference 2016
15 Jan 2018

Pada 5 Oktober 2016 di JIEXPO Kemayoran Jakarta telah berlangsung pameran megah bertema printing dan packaging. Serangkaian acara digelar selama pameran yang berlangsung  4 hari ini yang dimulai dari tanggal 5 – 8 Oktober 2016, seperti: Seminar NPES Printpack Conference dan Asian Symposium Printing Technology. Pameran ini diikuti dan dihadiri oleh orang-orang dari berbagai negara, baik itu adalah produsen maupun konsumen. Perwakilan dari DKV UK Petra, Surabaya berkesempatan untuk hadir mengunjungi pameran dan juga ikut serta dalam seminar-seminar yang diadakan.

Seminar pertama yang diikuti adalah NPES Printpack Conference yang diadakan pada tanggal 6 Oktober 2016. Acara dimulai kurang lebih pukul 11.30. NPES Printpack Conference membicarakan seputar masalah packaging yang ada di seluruh dunia, tantangan, tren, dan peluang beserta solusi-solusi yang telah dilakukan yang mungkin bisa membantu memancing ide untuk menemukan solusi dari masalah serupa di lain tempat. Seminar ini menghadirkan sebanyak 10 pembicara dari berbagai latar belakang dan pada akhir seminar dilakukan diskusi panel yang menghadirkan 3 orang perwakilan dari produsen sejumlah brand besar di Indonesia, yang mendusikusikan peluang dan tantangan pasar dalam industri kemasan di Indonesis. NPES merupakan singkatan dari National Printing Equipment Association yang dibentuk di Amerika pada tahun 1933. Asosiasi ini adalah asosiasi perdagangan yang beranggotakan lebih dari 600 pabrik, importir dan distributor bidang Printing, Publishing and Converting Technologies. NPES sendiri peduli terhadap transformasi ilmu dan pengetahuan di bidang percetakan, bahkan menyediakan beasiswa tertentu bagi pengembangan dunia grafika. Saat ini NPES yang memiliki cabang di Indonesia merupakan pihak yang turut bertanggung jawab atas terselenggaranya kegiatan ini. Seminar ini ditutup dengan melakukan foto bersama pembicara dan para peserta.

Seminar kedua adalah Asian Symposium Printing Technology yang berlangsung pada tanggal 7 Oktober 2016, hari Jumat dimulai dari pukul 9.30 pagi. Seminar ini menghadirkan pembicara dari negara-negara di kawasan Asia seperti Cina, Jepang, Korea, Thailand, Singapura dan Malaysia. Para pembicara mewakili masing-masing negara tersebut mendiskusikan tren dan mempresentasikan hasil penelitiannya di depan para peserta lain. Selain itu terdapat beberapa mahasiswa perwakilan yang juga tak mau kalah dalam mempresentasikan poster penelitian mereka. Sebagian besar dari pembicara yang hadir, mempresentasikan hal teknis, termasuk mengangkat isu eco-friendly dalam dunia printing. Seminar ini diakhiri dengan melakukan tour keliling pameran yang sedang berlangsung (Maya/Astha).

 

Baca lebih lanjut>
The New International Program in Digital Media @PCU
15 Jan 2018

INTERNATIONAL PROGRAM IN DIGITAL MEDIA
Visual Communication Design, Faculty of Art and Design, Petra Christian University, Surabaya in cooperation with Division of Digital Contents, Dongseo University, Busan, South Korea.

2+2 International Program in DIGITAL MEDIA
[ Game Technology | Game Art | Animation | Visual Effects ]

A Double Degree (S.Ds. & B.Sc.) Program of Petra Christian University (2 yrs) and Dongseo University South Korea (2 yrs)

Video profile: https://youtu.be/ievWunBps-M

Program Description:
The aim of the International Program in Digital Media is to prepare qualified specialists who are able to adapt their knowledge in game, digital animation, and audio visual effect industries as well as comprehensively understand and apply knowledge related to digital contents production by fostering entrepreneurship and self-employment in this field.


This will promote the usage of informatics-based methods applied in game, digital animation and visual effects creation platforms, and enable the application of interdisciplinary knowledge through technical and creative interactions involving material and digital media systems.


As an International Program, the language of this program will be in English. Completion of the Program requires 147 credits (81 credits from Petra Christian University and 66 credits from Dongseo University). The nominal length of full-time studies shall be 4 years (8 semesters). The 1st and 2nd year of study shall be operated in Petra and the 3rd and 4th/final year in Dongseo.

Program Requirements:
Applicants eligible for the Program must hold a high school diploma (SMA). A good command of English for academic purposes is also necessary (at least TOEFL 550 or other official test scores corresponding to it). Students shall apply to Petra Christian University for the program. Applicants should pass a drawing test, interview, as well as not color blind to be eligible for this program.

Tuition Fees:
Tuition Fee in Petra Christian University:
Admission Fee/USM (paid once during admission in PCU): Rp 27.000.000,-
Tuition/USPP: Rp 16.000.000,- / semester
UPRS: Rp 730.000,- / credit / semester
Petra's Tuition: Rp 4.000.000,- / semester during study @DSU
Registration Fee (UDU): Rp 650.000,- / year

Tuition Fee and Living Cost in Dongseo University, Busan, South Korea (per Semester):
Admission Fee (paid once during admission in DSU): US$ 550
Tuition: US$ 2,800
Dormitory: US$ 350
Meals & other living expenses: US$ 2,400

For more information please contact:
Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (Admissions Committee)
Phone: 031-2983157, 2983155, 2983152
Email: admisi@petra.ac.id
Office: Gedung K, Biro Administrasi Akademik (BAA)Hours: Monday-Friday, 08.00-15.00 WIB

Info for Digital Contents @Dongseo University can be seen here: http://uni.dongseo.ac.kr/digital_eng/
 

Baca lebih lanjut>
Menampilkan 1-8 dari 8 item.