Rangkuman Prestasi DKV UK. Petra 2017-2018

28 Agu 2018

Gold di BG Award Citra Pariwara

Joy Gloria Harendza dan Nita Elviani Limman, dua orang mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra menggagas ide “doview” (donate by view) hingga berhasil menyabet gelar Gold pada BG Award Citra Pariwara 2017 lalu yang diselenggarakan oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) di Jakarta. Kompetisi ini langsung memberikan kasus nyata pada para peserta. Sebagai obyeknya menggunakan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Pita Kuning), merupakan yayasan filantropi bagi anak dengan kanker yang berdiri atas inisiasi komunitas sukarelawan muda yang menamakan dirinya Community for Children with Cancer (C3). Pelayanan Yayasan Pita Kuning memberikan perawatan paliatif dan pedampingan psikologis bagi pasien anak dengan kanker. 

Sebelum menentukan ide ini, Joy dan Nita melakukan riset kecil ke beberapa teman mereka sehingga akhirnya mereka mendapatkan kesimpulan mengapa anak muda masih merasa enggan untuk berdonasi. Targetnya menyasar anak muda baik pria maupun wanita berusia 25-40 tahun yang senang menggunakan internet dan gawai.

Tak sia-sia usaha keras mereka, dengan menyisihkan 53 peserta dari tujuh universitas yang ada di Indonesia. Joy dan Nita berhasil mendapatkan piala, sertifikat, dan kesempatan belajar mengenai periklanan dengan menghadiri acara AdFest di Thailand.

 

Berjaya di Communication Award

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra berhasil menorehkan prestasi nasional dalam kompetisi Communication Awards (CA) yang diselenggarakan oleh Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAKOM UMY). Communication Awards memiliki empat kategori lomba yaitu Print Ad, Corporate Social Responsibility, Integrated Campaign, dan Festival Film Gadget. Cornelli Kwanda meraih juara dua dalam kategori Print Ad, Robby Gunawan dan Andreas Evan Christopher yang tergabung dalam tim Terima Kasih meraih juara dua dalam kategori Integrated Campaign. Tim Cinestar Film yang beranggotakan William Sanjaya, Jeremy Adrian Sutanto, dan Ivana Hardiyanti Wijaya meraih juara dua dan predikat sinematografi terbaik dalam kategori Festival Film Gadget.

 

Gold di Pinasthika Creativestival 18

Esther Yulyana berhasil mengharumkan nama Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam kompetisi Pinasthika Creativestival ke-18. Pinasthika Creativestival merupakan kompetisi karya iklan dan desain bagi perusahaan, freelancer dan mahasiswa yang digelar oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia Pengurus Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (P3I Pengda DIY) dan Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat.  Terdapat beberapa kategori dalam kompetisi yang bertemakan Do Well ini, yaitu Ad Student, Urban Idea, Young Film Director, dan Young Graphic Designer. Esther Yulyana meraih juara satu dalam kategori Urban Idea dan menerima penghargaan pada 16 Desember 2017 di Monumen Jogja Kembali, Jogjakarta.

Pada kategori Urban Idea, peserta diminta merancang solusi kreatif atau program kreatif tentang permasalahan kota. Penilaian kategori Urban Idea meliputi seberapa jauh kreasi ide, program, maupun solusi kreatif yang dapat diciptakan sebagai pemikiran solutif untuk memecahkan masalah ruang publik atau menciptakan inovasi baru.

Esther memilih Zona Kota Tua Surabaya dan memilih Sungai Kalimas sebagai lokasi penerapan idenya. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra ini membuat program yang di beri nama Dayung Ilmoe yaitu perpustakaan perahu di sungai kalimas Surabaya. Sungai Kalimas memiliki 3 fungsi utama, yaitu sebagai jalur transportasi, sebagai tempat masyarakat untuk mencari mata pencaharian, serta digunakan untuk perdagangan. Tetapi, seiring perkembangan kota Surabaya, kondisi kawasan sekitar Sungai Kalimas mengalami penurunan produktivitas. Konsep kreatif yang dipilih adalah program literasi. Karena melalui literasi dapat meningkatkan minat baca masyarakat Surabaya serta membekali generasi muda di Surabaya untuk siap menyongsong masa depan yang lebih baik, serta dapat mengetahui dan menghargai sejarah kota tua, dan beragam kebudayaan  yang ada di Surabaya.

Mengaku tidak menyangka akan meraih juara satu dalam kompetisi ini, Esther mengaku kesulitan terbesarnya saat itu adalah mengatur waktu karena banyaknya tugas Ujian Akhir Semester. Proses pembuatan ide Dayung Ilmu ini memakan waktu kurang lebih tiga minggu. “Melalui kompetisi ini, saya juga berkesempatan bertemu dan berbincang dengan orang-orang hebat salah satunya adalah Diki Satya, VP Content and Distribution  GO-JEK,” ujar mahasiswa angkatan 2015 ini.

Sumber berita dan foto: Dwipekan UK. Petra


Close previewer