Publikasi

Klopp Time: Persembahan dari Fans Liverpool FC
15 Jun 2021

Obed Bima Wicandra, dosen DKV UK. Petra baru saja merilis sebuah buku berjudul KLOPP TIME. Berikut kisahnya:

Buku KLOPP TIME ini bisa dikatakan sebagai sebuah cara membunuh waktu. Bekerja dari rumah saat pandemi terjadi membuat siklus yang sudah terbentuk menjadi berantakan. Bukan malah membuat pekerjaan berkurang tetapi justru menambah pekerjaan. Jam istirahat yang juga berubah serta banyak kebiasaan-kebiasaan sebelum pandemi yang “terpaksa” akhirnya turut berubah. Nah, pada saat itulah perlu cara untuk mengatasi anomali-anomali selama pandemi dengan membuat karya, seperti buku ini.

Sebagai fan klub Liverpool FC, saya sudah memiliki intuisi bahwa tak lama lagi Liverpool akan menjadi juara di Liga Primer Inggris setelah 30 tahun nirgelar liga Inggris. Keyakinan itu terbentuk saat Liverpool memanggil Jurgen Klopp sebagai pelatih. Kemudian saat Liverpool menjadi runner up Liga Champions dan berlanjut tahun berikutnya menjadi juara Liga Champions, serta saat jarak point yang didapat Liverpool terpaut sangat jauh dari kompetitor yang lain, keyakinan saya makin kuat. Pada saat itulah, saya berpikir bahwa kenapa tidak membuat buku tentang perjalanan Liverpool selama dilatih oleh Klopp. Setelah mengonsep apa yang akan ditampilkan dalam buku, saya akhirnya menemukan apa yang akan disampaikan melalui buku ini.

Jurgen Klopp, bagi saya bukan hanya pelatih. Ia paket lengkap mengenai seorang pelatih yang paham taktik bertanding, seorang filsuf yang paham filosofi klub, seorang public relation handal yang mengerti psikologi massa, serta seorang komunikator yang mumpuni saat berbicara pada tim dan tahu apa yang akan dibicarakannya pada fans. Ia juga paham bagaimana memotivasi tim. Saat secara matematis Liverpool susah melaju ke final Liga Champions karena dibantai 3-0 di kandang Barcelona, pada leg selanjutnya, justru Barcelona yang dikubur di Anfield dengan skor yang mencolok, 4-0. Ada kekuatan kata-kata pada diri Klopp hingga pasukannya kesetanan sejak menit awal membombardir gawang Barcelona. Nah, kekuatan kata-kata itulah yang saya jadikan big idea dalam membuat buku ini. Buku kumpulan kata-kata. Buku paduan kutipan dan komposisi dalam desain grafis. Kata-kata yang tak hanya indah saat menang, tapi juga membangkitkan saat kalah. “Bumi tak akan berhenti berputar hanya karena (kita) kalah. Esok matahari masih bersinar kembali,” kata Klopp yang terdengar bagai mantra. Benar saja, Liverpool akhirnya menjadi juara Premier League musim 2019/2020. (OBD)

 

Judul buku: “KLOPP TIME: Kutipan-Kutipan Jurgen Klopp 2015-2020”

Penyusun: Obed Bima Wicandra

Penerbit: LPPM UK Petra bekerjasama dengan Nulisbuku

Tahun Terbit: Juni 2021

Tebal: 240 halaman

Baca lebih lanjut>
Perancangan Media Kreatif Kampung Tangguh Kec. Semampir
14 Jun 2021

Pada masa pandemi ini, DKV UK Petra berkesempatan untuk bekerjasama dengan Yayasan GNI (Gugah Nurani Indonesia) https://gnindonesia.org dalam mendukung Gerakan Kampung Tangguh yang diadakan di 5 Kelurahan di Kecamatan Semampir: Kel. Wonokusumo, Kel. Ujung, Kel. Ampel, Kel. Pegirian, dan Kel. Sidotopo. Kegiatan yang dilaksanakan ini berupa Service Learning dengan melibatkan 188 mahasiswa DKV UK Petra. Para mahasiswa dapat secara langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di mata kuliah Media Komunikasi Visual ke dalam kegiatan nyata berupa pembuatan Media Kreatif untuk mendukung Gerakan Kampung Tangguh di Kecamatan Semampir.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi pentingnya protokol kesehatan untuk diaplikasikan pada seluruh aspek kehidupan dalam menghadapi new normal baik mulai dari dewasa hingga anak-anak. Sehingga dalam pembuatan desain, ada media yang akan ditujukan untuk anak-anak, remaja, bapak-bapak, ibu-ibu, yang juga disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelurahan berdasarkan hasil riset. Media yang didesain ini mengangkat tema MAIN, baik itu berarti ‘utama’, ‘bermain’, maupun berarti singkatan protokol kesehatan berikut:

MAIN:

M - Maskeran

A - Ambil jaraknya

I - Ingat cuci tangan

N - Nyaman semuanya

Seluruh rangkaian media dibuat agar interaktif, berintegrasi, dan menyesuaikan dengan masing-masing kelurahan. Sehingga terdapat 5 rangkain desain media kreatif yang unik dan berbeda untuk ke 5 Kelurahan di Kecamatan Semampir. Setiap kelurahan tersebut dibuatkan berbagai macam jenis media yaitu: Unconventional Spanduk, Printed Mural, Game Lantai (Paving Mural), Taplak Meja, Sticker, Brosur Interaktif, Kaos, Jingle dan Video Musik. Seluruh media kreatif telah direalisasikan, dinikmati oleh warga Kecamatan Semampir, dan dilaunching pada akhir Maret 2021 dengan liputan dari SBO TV (Saksikan liputan selengkapnya di: https://youtu.be/F00afQYq3LQ). (TIM ADV)(RVN)

Baca lebih lanjut>
Festival Ajisaka UGM 2020+
14 Jun 2021

Pada Festival Ajisaka UGM 2020+ Mahasiswa DKV UK Petra kembali memperoleh prestasi di berbagai kategori lomba. Tahun ini Festival Ajisaka UGM mengangkat tema Disaster Risk Reduction dengan judul “Biwara Bumandhala: Berita Baik untuk Bumi” dan tagline “Melek Bencana”. Melalui lomba ini, mahasiswa DKV UK Petra turut serta dalam menciptakan berbagai konsep solusi kreatif sebagai upaya pemulihan situasi pasca krisis / bencana di Indonesia.

Terdapat 2 mata lomba yang diikuti oleh mahasiswa DKV UK Petra: Sayembara Dewa Pariwara (Sadewa) dan Ajang Citra Sejuta Warna (Arjuna). Pada mata lomba Sadewa yang berfokus pada bidang periklanan, DKV UK Petra berhasil memperoleh prestasi di kategori Social Media Activation dan Unconventional Media. Di kategori Social Media Activation, mahasiswa membuat konsep kampanye kreatif dan inovatif yang berbasis data riset serta akan dijalankan di media sosial. Sedangkan di kategori Unconventional Media, mahasiswa merancang strategi kampanye dengan media yang efektif namun tidak terpikirkan sebelumnya / tidak konvensional. Terakhir pada mata lomba Arjuna, khususnya kategori Comic Strip, Mahasiswa mendesain sebuah comic strip untuk menyampaikan pesan dan informasi yang berisikan edukasi dan mitigasi bencana alam dalam panel komik. 

Berikut ini mahasiswa-mahasiswa DKV UK Petra yang berprestasi dalam Festival Ajisaka UGM 2020+

  • Kategori Comic Strip
    • 1st winner: Raissa Mandy Shan Hahury (E12180044)
    • 3rd winner: Kaylene Amarissa Yapto (E12180095)
    • Finalis: David Hosea (E12180105)
  • Kategori Unconventional Media
    • Finalis: Valen Verontine Yusuf (E12180027), Juliana Lemong (E12180164)
  • Kategori Social Media Activation
    • 3rd winner: Timothy Aldorino Budiono (E12180121), Misael Timothy (E12180010)

Selamat kepada seluruh pemenang dan finalis! Semangat berkarya dan berprestasi! (TIM ADV)(RVN)

Baca lebih lanjut>
IPDM: Wisudawan Angkatan Pertama
20 Jul 2020

International Program in Digital Media (IPDM) Program adalah sebuah program internasional di bawah naungan Program Studi Desain Komunikasi Visual. IPDM menawarkan kompetensi di bidang desain digital media. IDM telah berdiri sejak tahun 2016.

Tanggal 6 Juli 2020 adalah momen yang patut dicatat di sejarah berdirinya IPDM, 6 mahasiswa dari IPDM secara resmi lulus dari Dongseo University, Korea Selatan. Mereka adalah bagian dari mahasiwa angkatan pertama yang menempuh studi untuk mendapatkan gelar ganda (S.Ds., dan B.Sc.). Momen tersebut sangat mengharukan dan membanggakan bagi Erandaru sebagai Ketua Program International Digital Media. "Ada perasaan plong/lega krn akhirnya kita bisa membimbing sampai ada lulusan pertama dengan segala keterbatasan dan kekurangan sebagai sebuah program baru," katanya dengan bangga.

Lebih lanjut Erandaru mengungkapkan, "Learning is never ending. Artinya banyak hal yang harus dipelajari selepas lulus. Ini hanya merupakan anak tangga, sebuah pondasi untuk melangkah belajar selanjutnya dalam hidup. Always crave and have the curiosity for something new, be humble with what youve learned, share your knowledge and wisdom, and always have passion and persistency to be better for serving others."

3 orang mahasiswa menghadiri acara Awarding Ceremony yang diselenggarakan Dongseo University, sedangkan 3 mahasiswa lainnya saat ini berada di Indonesia akibat pandemi Covid-19. Berikut nama-nama wisudawan pertama dari IDM: 

  • Ellysia Tirza
  • Clarissa Adi Guna
  • Nicholas Ariel
  • Yobelin
  • Elda Nadine

Congratulation and shine brighter students!! (RVN)

 

More Information about International Digital Media (IDM)

Official Website IDM

Baca lebih lanjut>
Prestasi dalam Pandemi: ADuin 2020
20 Apr 2020

ADuin merupakan Creative Communication Festival yang rutin diadakan setiap tahunnya oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Melalui acara ini, ADuin berusaha memperkenalkan Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga kepada masyarakat, serta memberikan wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan di bidang komunikasi kreatif. Rangkaian acara ADuin meliputi advertising and public relations competitions, exhibition, talkshow, dan awarding night. Pada awalnya, ADUIN merupakan Creative Advertising Festival dengan mengangkat bidang advertising pada rangkaian acaranya namun menginjak tahun ke-7, ADUIN 2020 berinovasi sebagai Creative Communication Festival dengan mengangkat bidang advertising dan public relations pada seluruh rangkaian acaranya. Tahun ini, ADUIN didukung penuh oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I). Kategori yang dilombakan pun beragam mulai dari Print Ad, Digital Activation, Ambient Media, dan masih banyak lagi.

Tahun ini, 2 tim dari DKV UK Petra berhasil menyabet juara 1 dan 3 dalam kategori Ambient Media. Kategori ini mengangkat tema pelecehan seksual di tempat kerja. Kaum muda diajak untuk menyadari dan melawan segala bentuk pelecehan seksual yang terjadi di tempat kerja, karena menurut data masih banyak pekerja di Indonesia yang pernah mengalami pelecehan seksual di dunia kerja.

Ambient media yang dibuat Tim Esmosi (Feberika dan Son Claudio), bertemakan ‘Kami Tidak Takut’ diambil dari insight pelaku yang menganggap wanita itu lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk speak out akan tindakan kekerasan seksual. Pesan dalam perancangan ini adalah wanita itu tidak lemah dan tidak takut akan tindakan pelecehan seksual karena wanita itu kuat. Permasalahan yang diangkat adalah catcalling karena catcalling merupakan tindakan awal terbentuknya sebuah pelecehan seksual yang selalu dianggap remeh oleh masyarakat. Ide Tim Esmosi mengambil lokasi di toilet untuk mengambil experience perempuan menuju toilet sendirian atau berbarengan. Target akan memasuki toilet dan sensor pengharum ruangan akan bekerja dengan mengeluarkan suara “sstt” secara terus menerus sebagai bentuk catcalling, kemudian target yang resah karena catcalling, akan bercermin dan melihat pesan yang ada pada cermin tersebut. Katakan “Kami Tidak Takut!” Diharapkan target akan membuat keputusannya, apakah ia akan melawan tindakan catcalling tersebut atau hanya membiarkan saja?  Pada bagian kiri cermin terdapat pesan jawaban apabila target berani mengatakan "kami tidak takut", isi pesannya “Iya? jika kamu melawannya, berarti kamu berhasil mengurangi awal terbentuk pelecehan seksual kepada dirimu sendiri dan orang lain”. Bila target tidak mengatakannya, pada bagian kanan berisi pesan ”Tidak? Jika kamu tidak melawannya, maka kamu tidak mengurangi dampak pelecehan seksual dan membuat para pelaku tidak jerah”. Pengharum ruangan akan terdapat sensor suara menggunakan Arduino, di mana ketika target berhasil mengatakan "kami tidak takut" maka sensor bunyi "sstt" tersebut akan berhenti, dan apabila tidak mengatakannya maka suara "sstt" tersebut tidak berhenti.

Sementara, Tim Idaman Mertua yaitu Angelia dan Mevilia membuat ambient media ditempat umum dan sering digunakan oleh target yaitu kursi kantin/cafetaria dan bilik toilet untuk memberikan sekilas pengalaman langsung dari isu pelecehan seksual ini. Tujuan perancangan ini untuk meningkatkan awareness terhadap isu ini dan mulai berani angkat bicara karena sudah merasakan sendiri perasaan tidak enaknya dilecehkan. Strategi ini menggunakan stiker yang ditempel di balik pintu toilet dan kursi kantin. Stiker orang mengintip di bilik toilet akan terlihat jelas saat target sedang duduk di toilet, dan memberikan efek kejutan “sedang diintip”. Stiker di kursi kantin menggunakan gambar tangan menghadap atas seakan-akan memegang pantat target yang akan duduk, dan dapat memberi kesan pelecehan seksual. Harapannya dengan adanya berbagai media ini dapat menunjukkan urgensi isu pelecehan seksual di tempat kerja sehingga target tidak menutup mata lagi (TIM ADV)(RVN).

Baca lebih lanjut>
Prime Time 2K20: Pererat Jaringan
20 Mar 2020
DKV Prime Time, adalah kegiatan rutin tahunan dari Himpunan Mahasiswa Program Studi DKV UK. Petra (HIMAVISTRA). Acara ini digagas sebagai wadah bagi mahasiswa DKV UK. Petra untuk bisa mengenal mahasiswa DKV lain.
 
Prime Time 2k20 berlangsung pada tanggal 14 -15 Maret 2020 di Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya. Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya sendiri terletak di Jl. Taman Mayangkara No.6. Prime Time 2k20 mengangkat sebuah tema yaitu Arttraction, dengan tujuan komunitas dan HIMA yang berpartisipasi di Prime Time 2k20 dapat memberikan warna dan atraksi mereka masing-masing di Prime Time 2k20. Seni kan sangat luas, pengalaman serta tips and trik yang dibagikan juga pasti akan berbeda-beda. Nah hal-hal baru yang diajarkan atau dibagikan oleh komunitas maupun HIMA inilah yang menjadi atraksi mengasyikkan di Prime Time 2k20.
 
Prime Time 2K20 berlangsung selama 2 hari. Pada hari pertama diadakan kegiatan sharing HIMA DKV se-Surabaya, Demo Komunitas oleh Lemari Buku-buku, Surabaya Caricaturist Community, My Sister's Finger, Suroboyo Graph, serta ditutup dengan kegiatan Opening Prime Time 2k20 dan Talkshow oleh Ira Carella (seorang Art Director dari Agency Branding Thinking*Room). Sedangkan untuk hari kedua kami mengadakan Demo Komunitas oleh BENIK, Gresik Doodle Art, GADAS, Jatim Strip, dan juga KOLCAI. Tak hanya itu, pada hari kedua juga ada kunjungan dari Media Partner yaitu DJFM dengan pemberian kenang-kenangan serta kegiatan Workshop membuat Amigurumi (boneka rajut dari Jepang) bersama Saviera Prayudhana.
 
"DKV Prime Time berkesan sekali, kami bisa berkenalan dan sharing dengan mahasiswa luar kampus," ujar Elvita; salah satu mahasiswi DKV UK. Petra yang menyempatkan datang ke acara ini.
Baca lebih lanjut>
Sebuah Kisah dari Yogyakarta: Ajisaka 2019
24 Des 2019

Ajisaka Festival merupakan kompetisi tingkat nasional yang rutin diselenggarakan oleh FISIPOL Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta setiap tahun dan diikuti oleh peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Ada banyak rangkaian kegiatan dari Ajisaka Festival: lomba, seminar, pameran, dan malam penghargaan (awarding night). Total ada 5 mata lomba yang ada: Prahasta (public relations), Sadewa (advertising), Nakula (research), Arjuna (journalism), dan Kresna (short movie).

Pada tahun ini, ada 21 finalis mahasiswa yang masuk dalam berbagai nominasi mata lomba Ajisaka 2019. Para finalis berangkat ke Yogyakarta sejak Rabu 19 November 2019 dengan menggunakan kereta. Mahasiswa berangkat sehari sebelum hari kegiatan karena esok pagi jam 8:00 sudah harus melakukan presentasi/penjurian di kompleks kampus UGM. Hari Jumat 21 November, finalis berangkat menuju venue Ajisaka 2019 di Monumen Jogja Kembali pagi hari pukul 08:00. Berdasarkan rangkaian acara yang diberikan oleh panitia, ada 5 seminar dengan berbagai pembicara yang sebagian besar dari kalangan praktisi. Di sela–sela kegiatan seminar, finalis juga menyempatkan untuk melihat Ekshibisi Karya yang merupakan pameran karya finalis kompetisi Festival Ajisaka UGM 2019 dengan total lebih dari 90 karya.

Dari 21 finalis, mahasiswa DKV UK. Petra berhasil membawa pulang 4 emas, 2 silver, dan 3 bronze; dengan perincian sebagai berikut:

  • Kategori Foto Esai
    • 1st winner : Grace Patricia Windarto
  • Kategori Comic Strip
    • 1st winner : Raissa Mandy Shan Hahury
    • 2nd winner : Shierly Caroline
    • 3rd winner : Juventia Marline Handoko
    • Finalis : Regina Nathalia Elyzabeth P
  • Kategori Unconventional Media
    • 3rd winner : Hartono Tanugraha, Danny Hartanto Kristiawan
  • Kategori Brand Book
    • 1st winner : Jonathan Indrawan Susanto, Alka Maula Hariyanto
    • Finalis : Yosephien Reynalda Prananda Wibowo, Madeleine Aurelia
  • Kategori Pop Up Banner
    • 1st winner : Louise Chang, Ellena Wijanarko
    • 2nd winner : Andre Kurnia Adhitama, Stephanie Samantha Gunawan
    • Finalis : Elly Yuliana, Jessica Etania Ellen
  • Kategori Website User Interface
    • 3rd winner : Shanti Kasmaji, Brigitta Sally
    • Finalis : Erika Meisya Gunawan, Michelle Angelica Wijaya

Selamat untuk para pemenang dan finalis, semoga karya kalian menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain!!(VNS)

Baca lebih lanjut>
SE Internasional 2019
22 Jul 2019

Studi Ekskursi Internasional merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan program studi Desain Komunikasi Visual dengan tujuan memperluas wawasan mahasiswa baik mengenai industri kreatif global, mendapat kesempatan di industri kreatif global maupun kebudayaan dari negara yang dikunjungi serta dapat memberikan referensi dan perbandingan pembelajaran bagi Program Studi Desain Komunikasi Visual sehingga dapat berkembang menjadi lebih baik. SE Internasional yang berlangsung dari 29 Juni – 9 Juli 2019, diadakan di Korea Selatan.

Kunjungan studi pertama adalah ke KBS Hall, di tempat ini mahasiswa diberikan penjelasan sembari mengelilingi museum KBS. Mahasiswa juga dapat mencoba beberapa hal seperti: teknik pengambilan berita dan animasi secara singkat. Kunjungan dilanjutkan ke Gedung KBRI Korea Selatan, bertemu dengan staf kedutaan pada bagian kebudayaan dan seni, mahasiswa mendapatkan banyak informasi ada juga sesi tanya jawab dengan KBRI Korea. Perjalanan dilanjutkan dengan makan siang dan langsung menuju ke sungai Cheongyecheon yang memiliki nilai sejarah di Korea Selatan. Tidak jauh dari situ terdapat Seoul Tourism Center yang merupakan tujuan selanjutnya. Dongdaemun Plaza dengan arsitektur yang sangat terkenal adalah kunjungan terakhir untuk hari ini.

Mahasiswa juga merasakan secara langsung budaya tradisional Korea di Gyeongbok Palace dengan mencoba menggunakan Hanbok (pakaian tradisional Korea Selatan). Kunjungan hari ini dilanjutkan ke studio desain grafis yaitu Triangle Studio. Kunjungan berlangsung selama 2 jam. Kunjungan akhir dari hari ini adalah Starfield Library yang terkenal dengan bangunannya yang megah dan artistik.

Bagi mahasiswa yang tertarik di bidang animasi, kunjungan ke Seoul Animation Center adalah yang dinanti–nanti. Di tempat ini mahasiswa banyak melihat dan merasakan perkembangan dunia animasi, khususnya di Korea Selatan. Tak lupa, mahasiswa juga dibawa menikmati Everland; salah satu taman hiburan terbesar di Korea Selatan.

Di hari berikutnya, mahasiswa diajak untuk berkunjung ke Dankook University. Kunjungan ke Dankook ini juga merupakan salah satu upaya dari UK. Petra untuk menjalin kerjasama internasional. Diharapkan akan lahir program–program kerjasama antara dua universitas. Setelah dari Dankook University, peserta juga dibawa mengunjungi Nam Jun Paik Art Center dan Naver Library.

Keesokan harinya, kunjungan dilanjutkan menuju ke National Folklore Museum of Korea dan Museum of Modern and Contemporary Art. Kunjungan berlangsung lama karena museum-museum tersebut sangat besar dan memiliki karya seni yang menarik.

SE Internasional ditutup dengan kunjungan terakhir ke Petite France dan Nami Island. Peserta SE Internasional kembali ke Indonesia dengan membawa cerita dan pengalaman yang tidak ternilai (MN).

Baca lebih lanjut>
Utovia 3.0, SE Nasional DKV yang Seru Abis!
25 Mar 2019

Mata Kuliah Pilihan merupakan mata kuliah yang akan dipilih oleh mahasiswa semester 5 yang sesuai dengan potensi dan minat dari mahasiswa tersebut. Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra memberikan 18 pilihan MKP seperti Branding, Advertising, Fotografi, Packaging, dsb. Dengan banyaknya ragam pilihan MKP ini, mahasiswa dapat semakin leluasa dalam memilih minat sesuai dengan bakat yang ingin digali lebih dalam lagi. Namun disatu sisi, banyaknya pilihan ini menimbulkan dilema dalam hati para mahasiswa.

Oleh karena itu setiap tahun, DKV UK. Petra selalu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk ikut serta dalam kegiatan Studi Ekskursi. Tujuan dari studi ekskursi ini adalah untuk mengenal lebih jauh mengenai mata kuliah pilihan di dunia kerja. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan inii, mahasiswa dapat memutuskan mata kuliah pilihan mana yang akan mereka tempuh.

Tahun ini, Desain Komunikasi Visual melakukan perjalanan Studi Ekskursi ke Jakarta. “UTOVIA 3.0”, sebutan Studi Ekskursi DKV tahun ini yang berlangsung selama 7 hari. Total peserta yang turut berpartisipasi dalam acara ini berjumlah 52 mahasiswa. Perjalanan ini dipandu oleh 2 dosen DKV UK. Petra, Asthararianty, S.Sn, M.Ds, serta Elisabeth Christine Yuwono, S.Sn, M.Hum.

Selama Studi Ekskursi, tiap harinya terdapat 2 kali kunjungan ke perusahaan - perusahaan di Jakarta. Total kunjungan tahun ini sebanyak 14 kunjungan, antara lain Thinking Room, Olrange, Caravan, Studio 47, Samafitro, Danjyo Hyoji dan perusahaan - perusahaan lainnya. Tahun ini, kita juga berkesempatan untuk dapat mengunjungi kantor GO-JEK, salah satu  usaha in house terbesar di Indonesia.

Selain berkunjung ke perusahaan-perusahaan tersebut, ada 1 sesi acara yang selalu di adakan di setiap Studi Ekskursi yaitu Temu Kangen Alumni. Diadakan di malam hari, dimana para alumni ini dihadirkan untuk dapat bercerita mengenai bagaimana pengalaman mereka saat kuliah dulu dan juga saat mereka sudah bekerja. Pertemuan ini selain menjadi ajang untuk temu kangen, tapi juga menjadi ajang untuk lebih mengeratkan kebersamaan antara DKV dengan alumni dan juga mahasiswa.

Banyak pengalaman seru yang tentunya didapatkan oleh peserta Studi Ekskursi tahun ini. Mulai belajar lebih dalam mengenai pola berpikir branding di SOSJ, bertukar pikiran bersama fotografer ternama Glen Prasetya (Studio 47), melihat lebih dalam di dunia Digital Imaging di studio Tanda Seru, hingga mengenali berbagai macam finishing printing di Samafitro. Banyak dari peserta yang sudah mantap akan pilihan MKP yang akan mereka ambil di semester depan dan tak sedikit pula dari mereka yang memiliki keyakinan akan pekerjaan apa yang akan mereka tuju seusai menempuh pendidikan di DKV UK. Petra. (AJ-Ing)

Baca lebih lanjut>
Peresmian Gedung Perkuliahan dan Auditorium Kampus Timur
18 Mar 2019

Senin 11 Maret 2019 merupakan hari bersejarah bagi kampus UK. Petra, Gedung dan Auditorium Kampus Timur akhirnya diresmikan. Peresmian ini dihadiri oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Peresmian dibuka dengan meriah dan dihadiri civitas akademika UK. Petra.ini berlangsung dari jam 

Gedung ini diperuntukkan bagi perkuliahan beberapa fakultas, yaitu: Fakultas Seni dan Desain, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, dan Fakultas Pendidikan. Gedung ini juga dirancang sebagai green building sehingga dapat menghemat energi. Hadirnya gedung ini diharapkan lebih mendukung proses kegiatan belajar- mengajar di lingkungan kampus UK. Petra

 

Sumber Foto: Dwipekan Article

Baca lebih lanjut>
Tim DKV UK. Petra Bawa Pulang "Emas" di Comvee 2018
14 Sep 2018

1 tim mahasiswa DKV UK. Petra, atas nama Stefani Thejapuspita dan Cherlita Christanti; berhasil menyabet juara 1 pada kategori Advertising dalam ajang Comunication Avenue 2018. Communication Avenue adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Pelita Harapan di Jakarta. Ada 6 kategori yang dilombakan: Public Relations, Photography, Advertising, Radio Announcing, Short Movie, dan News Presenting. Pada kategori Advertising bertemakan "Empowering Millenials in The Eyes of Gen X," peserta lomba diminta untuk mencari sebuah solusi agar generasi X mau melirik generasi millenial dan memberikan mereka kesempatan untuk merekrut mereka.

"Awalnya, kami ikut lomba ini sangat impulsif," ungkap Cherlita. "Lombanya bersifat close brief, jadi di brief ini kami brainstorming hampir tiap weekend pakai ilmu dari magang," ungkap Cherlita lebih lanjut. "Sambil weekend, kita berdua jalan-jalan, makan, dan tetap brainstorm. Kalau weekdays, kita selalu telpon-telponan via Line," timpal Stefani dengan semangat.

"Kami buat sebuah campaign di media-media yang menyenggol journey-nya generation X seperti di koran, kopi, dan web perekrutan," ujar Stefani.

"Media koran misalnya, digulung pakai label berisikan berbagai hal jelek tentang generasi milenial. Mereka harus menyobek label untuk membaca koran. Label tersebut bisa ditukarkan dengan voucher kopi dan kopi tersebut ada pesan rahasianya jika diminum. Ada juga call to action yang menggiring untuk click web perekrutan," ungkap Cherlita lebih lanjut.

Lomba ini tidak hanya selesai pada 1 brief saja, setelah lolos. Tim DKV UK. Petra juga dihadapkan dengan brief ke-2. Pada brief ini, tim DKV UK. Petra membuat campaign lanjutan dengan menggunakan Linkedin. Lebih lanjut Cherlita menjelaskan, "Kami buat company akun di Linkedin yang isinya anak-anak muda potensial untuk direkrut. Isi feed Linkedin adalah review dari gen X dan gen milenial tentang mengapa harus merekrut gen milenial. Untuk drive traffic ke Linkedin, kami ngiklan di IG Story, web banner pada news portal."

Tim DKV UK. Petra tidak menyangka akan menang, karena saat presentasi banyak sekali masukan dari para Juri. "Pas presentasi sih lancar, tapi ada juri yang bilang - kok sepertinya tidak menjawab brief ya." Komentar juri ini yang membuat Stefani dan Cherlita pasrah. Namun tak disangka pada malam penghargaan, nama mereka dipanggil sebagai pemenang ke-1 untuk kategori Advertising.

"Ga nyangka menang, sayang kami tidak bisa bertanya ke juri mengapa kami bisa menang karena si juri tidak datang," ungkap Cherlita menutup cerita.

Selamat! Semoga karya kalian bisa menginspirasi mahasiswa yang lain.

Baca lebih lanjut>
Rangkuman Prestasi DKV UK. Petra 2017-2018
28 Agu 2018

Gold di BG Award Citra Pariwara

Joy Gloria Harendza dan Nita Elviani Limman, dua orang mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra menggagas ide “doview” (donate by view) hingga berhasil menyabet gelar Gold pada BG Award Citra Pariwara 2017 lalu yang diselenggarakan oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) di Jakarta. Kompetisi ini langsung memberikan kasus nyata pada para peserta. Sebagai obyeknya menggunakan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Pita Kuning), merupakan yayasan filantropi bagi anak dengan kanker yang berdiri atas inisiasi komunitas sukarelawan muda yang menamakan dirinya Community for Children with Cancer (C3). Pelayanan Yayasan Pita Kuning memberikan perawatan paliatif dan pedampingan psikologis bagi pasien anak dengan kanker. 

Sebelum menentukan ide ini, Joy dan Nita melakukan riset kecil ke beberapa teman mereka sehingga akhirnya mereka mendapatkan kesimpulan mengapa anak muda masih merasa enggan untuk berdonasi. Targetnya menyasar anak muda baik pria maupun wanita berusia 25-40 tahun yang senang menggunakan internet dan gawai.

Tak sia-sia usaha keras mereka, dengan menyisihkan 53 peserta dari tujuh universitas yang ada di Indonesia. Joy dan Nita berhasil mendapatkan piala, sertifikat, dan kesempatan belajar mengenai periklanan dengan menghadiri acara AdFest di Thailand.

 

Berjaya di Communication Award

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra berhasil menorehkan prestasi nasional dalam kompetisi Communication Awards (CA) yang diselenggarakan oleh Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KOMAKOM UMY). Communication Awards memiliki empat kategori lomba yaitu Print Ad, Corporate Social Responsibility, Integrated Campaign, dan Festival Film Gadget. Cornelli Kwanda meraih juara dua dalam kategori Print Ad, Robby Gunawan dan Andreas Evan Christopher yang tergabung dalam tim Terima Kasih meraih juara dua dalam kategori Integrated Campaign. Tim Cinestar Film yang beranggotakan William Sanjaya, Jeremy Adrian Sutanto, dan Ivana Hardiyanti Wijaya meraih juara dua dan predikat sinematografi terbaik dalam kategori Festival Film Gadget.

 

Gold di Pinasthika Creativestival 18

Esther Yulyana berhasil mengharumkan nama Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam kompetisi Pinasthika Creativestival ke-18. Pinasthika Creativestival merupakan kompetisi karya iklan dan desain bagi perusahaan, freelancer dan mahasiswa yang digelar oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia Pengurus Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (P3I Pengda DIY) dan Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat.  Terdapat beberapa kategori dalam kompetisi yang bertemakan Do Well ini, yaitu Ad Student, Urban Idea, Young Film Director, dan Young Graphic Designer. Esther Yulyana meraih juara satu dalam kategori Urban Idea dan menerima penghargaan pada 16 Desember 2017 di Monumen Jogja Kembali, Jogjakarta.

Pada kategori Urban Idea, peserta diminta merancang solusi kreatif atau program kreatif tentang permasalahan kota. Penilaian kategori Urban Idea meliputi seberapa jauh kreasi ide, program, maupun solusi kreatif yang dapat diciptakan sebagai pemikiran solutif untuk memecahkan masalah ruang publik atau menciptakan inovasi baru.

Esther memilih Zona Kota Tua Surabaya dan memilih Sungai Kalimas sebagai lokasi penerapan idenya. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra ini membuat program yang di beri nama Dayung Ilmoe yaitu perpustakaan perahu di sungai kalimas Surabaya. Sungai Kalimas memiliki 3 fungsi utama, yaitu sebagai jalur transportasi, sebagai tempat masyarakat untuk mencari mata pencaharian, serta digunakan untuk perdagangan. Tetapi, seiring perkembangan kota Surabaya, kondisi kawasan sekitar Sungai Kalimas mengalami penurunan produktivitas. Konsep kreatif yang dipilih adalah program literasi. Karena melalui literasi dapat meningkatkan minat baca masyarakat Surabaya serta membekali generasi muda di Surabaya untuk siap menyongsong masa depan yang lebih baik, serta dapat mengetahui dan menghargai sejarah kota tua, dan beragam kebudayaan  yang ada di Surabaya.

Mengaku tidak menyangka akan meraih juara satu dalam kompetisi ini, Esther mengaku kesulitan terbesarnya saat itu adalah mengatur waktu karena banyaknya tugas Ujian Akhir Semester. Proses pembuatan ide Dayung Ilmu ini memakan waktu kurang lebih tiga minggu. “Melalui kompetisi ini, saya juga berkesempatan bertemu dan berbincang dengan orang-orang hebat salah satunya adalah Diki Satya, VP Content and Distribution  GO-JEK,” ujar mahasiswa angkatan 2015 ini.

Sumber berita dan foto: Dwipekan UK. Petra

Baca lebih lanjut>
Belajar ke Negeri K-Pop: Kunjungan ke Dongseo University
28 Agu 2018

Korea negeri yang lebih dari sekadar K-Pop, setidaknya itulah yang dirasakan oleh para mahasiswa Desain Komunikasi Visual dan International Program in Digital Media (IPDM) langsung dari studi ekskursi internasional tahun ini yang membawa mereka ke Busan dan Seoul. Studi ekskursi internasional bertajuk "Seek and You Will Find," yang diadakan dari tanggal 5 Agustus hingga 12 Agustus, membawa para mahasiswa ke berbagai tempat budaya yang menarik seperti Istana Gyeongbok, Museum Seni Busan, Museum Nasional Seni Modern & Kontemporer, Museum Mahnwa, Museum Film Korea, dan Stasiun Penyiaran MBC . Apa yang dilihat mahasiswa tersebut adalah studi tentang hal-hal fundamentak yang membentuk Korea saat ini. Sementara kunjungan ke pusat kemajuan teknologi Korea seperti Hyundai Motor Studio dan kantor pusat SK Telecom di Seoul menampilkan kilasan tentang kemungkinan masa depan di Korea. Bersama-sama, mereka memaknai dan memahami Korea saat ini sebagai tempat, negara, dan bangsa.

Namun, memahami suatu bangsa tidak lengkap tanpa memahami rakyatnya. Sebuah kunjungan ke Dongseo University di Busan memberikan mahasiswa kesempatan untuk bertemu, berinteraksi, dan belajar dari rekan-rekan mereka di Dongseo University. Interaksi dan komunikasi yang mereka bangun selama kegiatan sehari penuh dengan mahasiswa Korea dari Departemen Desain Komunikasi Visual di Dongseo University, menyediakan jembatan pengetahuan, pemahaman, dan saling menghormati satu sama lain.

Apa yang dialami para siswa, semoga, memberikan wawasan dan inspirasi dari apa yang ada di Korea. Sebuah negara lebih dari sekedar terkenal dengan budaya popnya. Pengalaman yang telah mereka pelajari di Korea, telah menemukan cara memperkaya pengetahuan mereka, semangat mereka, ketekunan mereka untuk menjadi lebih baik sebagai mahasiswa, sebagai pribadi, sebagai sebuah bangsa.

Informasi lebih lanjut tentang International Program in Digital Media (IPDM), kunjungi:  digitalmedia.petra.ac.id

Baca lebih lanjut>
Launching Program Desain Fashion & Tekstil (DFT)
24 Agu 2018

Inovasi desain, kekinian, dan punya nilai jual,  itulah fokus dari Program Desain Fashion dan Tekstil (DFT) Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya yang baru menjalani perkuliahan sejak pertengahan Agustus 2018 lalu. “Mahasiswa akan mendapatkan ilmu pola busana dari basic anatomi sehingga mereka bisa menghasilkan karya kontemporer yang menjawab masalah fashion sekaligus dekat dengan kepedulian sosial. Misalnya mengusung ide zero waste fashion hingga fashion untuk difabel”, ujar Maria Nala Damajanti, S.Sn., M.Hum. selaku koordinator program DFT UK Petra.

“Pembukaan program ini merupakan respons terhadap himbauan Presiden Joko Widodo agar perguruan tinggi gesit dalam melakukan perubahan sebagai antisipasi era distrupsi ini. DFT hadir untuk memberikan peluang mengembangkan energi kreatifnya khususnya di bidang industri kreatif.”, ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. selaku rektor UK Petra. Pogram yang berada di bawah naungan Program Studi Desain Komunikasi Visual (Prodi DKV) ini memuat 144 SKS, yang diselesaikan dalam 4 tahun.

DFT UK Petra akan mengajarkan konsep-konsep problem solving melalui fashion. “Kami menyebutnya ‘innofashion’, inovasi di bidang fashion yang tidak hanya punya dampak positif pada lingkungan tetapi yang memiliki nilai komersial. Inovasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan lokal konten seperti tenun ikat, jumputan, batik dan lain-lain. Sekaligus memberdayakan masyarakat lokal dan memberi nilai sosial. ‘Innofashion’ merupakan nyawa atau inti dari semua karya fashion yang dihasilkan.” ujar Maya.

Menghadirkan pengajar profesional di bidang fashion seperti Embran Nawawi, seorang fashion designer Surabaya, Aryani Widagdo, pendiri Arva School of Fashion, FX Heru seorang tenaga ahli fashion dan tekstil di Kementerian Perindustrian, sekaligus fashion designer dan pelaku industri fashion dan tekstil yang karyanya sudah banyak diekspor ke luar negeri. Serta Anne Avantie nama besar yang tak asing dalam industri fashion tanah air.

Program DFT UK Petra mengenalkan prinsip ethical fashion dan sustainability selain mengajarkan dasar desain fashion dan tekstil, branding, sejarah fashion, teknik menjahit manual hingga menggunakan software dan pengasahan minat seperti ke bidang aksesoris, fashion styling/wardrobe, fashion venture, atau jewelry. Lulusan DFT UK Petra akan menjadi desainer yang memiliki solusi kreatif serta bisa menghasilkan looks yang tak biasa serta ‘epik’.

Pada semester pertama, mahasiswa akan belajar mengenai desain fashion dari hal yang paling fundamental. Mulai dari pengetahuan dasar desain, warna, hingga komposisi. Tak hanya itu saja, para mahasiswa akan belajar sejarah budaya Indonesia termasuk sejarah fashion Asia dan seluruh dunia. Pada tiap akhir semester mahasiswa akan mendesain baju dengan menerapkan konsep inovasi sesuai minat masing-masing mahasiswa.

 

Informasi lebih lanjut hubungi:

Humas & Informasi Studi

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya

Telp : 2983190-3194

Baca lebih lanjut>
Program Baru: Desain Fashion dan Tekstil (DFT)
03 Mei 2018

Universitas Kristen Petra meresponi perkembangan industri Fashion dan Tekstil di Indonesia dan melihat besarnya peluang profesi ini pada masa depan membuka sebuah program baru bernama Program Desain Fashion & Tekstil (DFT) yang berdiri di bawah naungan Program Studi Desain Komunikasi Visual.

Kondisi di lapangan saat ini belum tersedia sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademis sekaligus pengalaman profesional yang mumpuni. Untuk itu Program Desain Fashion & Tekstil ini diyakini dapat mengisi kebutuhan pasar tenaga profesional di bidang Desain Fashion & Tekstil yang berdedikasi tinggi, kreatif, inovatif, berwawasan global, serta memiliki kepedulian terhadap sekitar.

Penekanan kurikulum Desain Fashion dan Tekstil ini adalah visual branding, marketing communication, dan sustainability dalam fashion. Keterampilan dan pengetahuan yang dibangun diutamakan pada perancangan inovasi produk fashion, produksi fashion, penguasaan material tekstil, serta creative marketing. Lihat kurikulum pada gambar di bawah ini

 

Kontak info

Maya 087854129188 | mayadki@petra.ac.id

Luri  085646055031 | cocolatos@petra.ac.id

Email | dft@petra.ac.id

Instagram | @dft.ukpetra

Website | fashion.petra.ac.id (launched!)

 

Info Pendaftaran 

Link ke Website Penerimaan Mahasiswa Baru

 

Photo credited to: Kezia Tirtha, Rizki Ramadityo, Gracia Asterina, Jesse Therik (all students are from Visual Communication Design Major, specialize in Fashion Design/Photography).

Baca lebih lanjut>
Talkshow Innovative and Effective Brand Management
27 Nov 2017

Berkunjung kembali ke UK Petra, Bapak Mendiola B. Wiryawan datang dengan membawa topik yang sedang hangat di tengah tugas-tugas perkuliahan. Mahasiswa DKV angkatan 2015 yang sedang berkutat dengan mata kuliah DKV 3, terlihat antusias mendengarkan seminar yang dipaparkan pendiri Mendiola Design Associates ini. Tak hanya itu, mahasiswa mata kuliah pilihan brand communication dan beberapa mahasiswa angkatan muda terlihat mengikuti seminar tersebut.

Di tengah perkembangan jaman, menjadi seorang Brand Management dituntut untuk bisa menjadi efektif dan inovatif. Mengapa demikian? Karena seorang desainer komunikasi visual dikatakan berhasil apabila mampu membawa solusi yang efektif dan inovatif dalam setiap karyanya. Seperti halnya dalam branding. Branding bukan hanya semata-mata produk yang terlihat indah di mata, melainkan mampu membangun sebuah reputasi terhadap sebuah brand, merk, produk, atau bahkan pribadi seseorang. Sebuah branding dikatakan baik apabila mampu membangun reputasi yang baik juga. Mengambil contoh kasus salah satu project miliknya, yakni re-branding merk air mineral Pristine, mahasiswa diperlihatkan bagaimana sebuah branding mampu membangun reputasi baru yang lebih baik.

Seperti yang diketahui, Pristine merupakan salah satu merk air mineral. Pristine masih belum memiliki branding yang baik, sehingga tidak semua orang tahu keunggulan air mineral ini. Akibatnya, orang menganggap bahwa Pristine sama halnya dengan air mineral lainnya. Padahal, air mineral Pristine memiliki keunggulan utama, yakni merupakan air mineral alkaline dengan PH 8+ yang bermanfaat untuk detoksifikasi tubuh. Air mineral ini diproses dengan teknologi tinggi dari Jepang. Setelah serangkaian proses riset, maka lahirlah wajah baru pristine. Rebranding ini menggambarkan Pristine sebagai sosok wanita muda yang peduli terhadap kesehatan, aktif dan rajin berolah raga. Sungguh sebuah re-branding yang sukses akan membawa pengalaman baru bagi konsumennya.

Sebuah branding yang sukses tentu melewati berbagai macam proses yang panjang. Salah satu yang dibagikan oleh Bapak Mendiola adalah proses grouping. Proses grouping yaitu dengan mengelompokan beberapa brand atau produk yang memiliki kesamaan dari segi tampilan, kualitas, dan sebagainya. Melalui proses grouping, seorang desainer komunikasi visual akan lebih mudah mencari keunikan apabila hendak menempatkan sebuah produk atau brand di tengah-tengah pasar. (Pie)

Baca lebih lanjut>
DKV UK. Petra Berangkat ke KMDGI XII
13 Nov 2017

Kriyasana Desainer Grafis Indonesia (KMDGI) adalah adalah forum untuk berkumpul, bertukar pikiran, berdikusi dan mengapresiasi karya atau konsep kreatif antar mahasiswa desain grafis atau desain komunikasi visual se-Indonesia. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Bali, kali ini Kota Semarang, Jawa Tengah, mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah KMDGI XII yang dilaksanakan selama 2-4 November 2017, di Gedung UTC.

KMDGI XII mengangkat tema “Udah Sama?” membahas kesetaraan yang akhir-akhir ini krusial mulai dari kesetaraan gender, sosial, hingga hal-hal sensitif seperti agama. Dalam pameran, diharapkan karya-karya dapat memberikan solusi mengenai kesenjangan yang terjadi di masyarakat.

Tak kalah menarik dengan 2 tahun sebelumnya, KMDGI XII kali ini menampilkan kolaborasi karya dari 55 delegasi se-Indonesia, creative sharing yang melibatkan 20 pembicara profesional, 47 karya instalasi dan video dari delegasi se-Indonesia. Pada hari pertama, dibuka dengan acara opening dan peresmian KMDGI XII, terdapat talkshow “Lakon Semarang” dengan pembicara Bobomagz (Lare Studio), Agus Hartomo (Founder @folkakreatif & Co-Founder @architectureinlife), dan Yoga Danu (Content Creator “Soekirman”) yang membahas bahwa di Semarang sebenernya memiliki banyak potensi tetapi hanya sedikit ruang berkarya, serta jangan lelah untuk terus berkarya. Ada talkshow serta workshopIntroduction to UI/IUX” menampilkan Trias Nur Rahman (Co-founder, UniteUX) dan Arianti Silvia (Senior Designer, KMK Online) yang mengenalkan secara singkat apa itu UI/UX, sejarahnya, serta pengolahan konten desain. Talkshow ketiga yaitu  “Next Generation of Creative Preneur” menampilkan Dennis Adhiswara (Layaria), Inez Yorisya (LINE), dan Gatot Hendraputra (ImpalaSpace) berbicara mengenai perbedaan antara entrepreneur dan creativepreneur, cara menjadi lebih kreatif dan booming, serta membahas cara membuat sesuatu yang berbeda dan viral.

Pada hari kedua KMDGI XII talkshowRedesign to Make Change” menampilkan Ketut Yudistira (Founder “Kok Bisa?” Channel), Andi Martin (CEO “Kratoon Channel”), Vincentius Surya Putra (Project Manager Tatarupa). Selanjutnya talkshow dan workshopThe Rise of Destination Branding”, menampilkan Felencia Hutabarat (Creative Economy Consultant), Motulz Anto (Creative Advisor Kreavi), dan Peter Ardhianto (Founder Pure Design Agency) membahas tentang tujuan dari branding suatu daerah untuk memunculkan nilai bagi masyarakat tentang pentingnya daerah tersebut dan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat, sedangkan workshop dibawakan oleh Andhy Irawan (Founder & CEO PT. Dafam Hotel) dan TelusuRi (Travel Hub Ecosystem). Talkshow ketiga “Creative Career in Digital Era”, menampilkan tiga pembicara dari ADGI dan AIDIA yaitu Diaz Hendrassukma, Io Woo, dan Eka Sofyan Rizal. Membahas tentang bagaimana saat ini kita memasuki era baru, era digital. Menjadi seorang desainer harus relevan karena perbedaan era, dan kita harus belajak menyesuaikan diri. Desainer memiliki kreativitas sendiri, jangan jadikan kata “nyleneh” menjadi budaya. Kita bisa berkembang dengan bergaul, belajar otodidak, memperdalam kreativitas, mulai mencoba metode sendiri, dan mengembangkan empati. Talkshow yang terakhir, “Scaling Collaboration to the Next Level” menampilkan Eri Kuncoro (Suara Merdeka), Vidi Aldiano (Founder KROWD.id), Sweta Kartika (Founder Padepokan Ragasukma). Dua hari pertama, pada setiap akhir acara diadakan screening video simbiotik bersama-sama dari setiap delegasi. Setiap acara talkshow dan workshop diselingi berbagai penampilan musik dari delegasi, serta karya instalasi dari dari berbagai delegasi yang menjawab tema kesetaraan dengan berbagai macam topik dari hal-hal kecil disekitar kita yang ternyata perlu diperhatikan.

Sampai dihari terakhir KMDGI XII, diadakan forum diskusi, closing ceremony dan awarding night. Sayang sekali, KMDGI XII harus berakhir, namun jangan khawatir! Pada saat forum diskusi, telah ditentukan tuan rumah KMDGI XIII dua tahun lagi dan telah diputuskan, tuan rumah KMDGI XIII tahun 2019 adalah kota Padang, Sumatera Barat. Sampai jumpa, kawan! Sampai bertemu kembali di Padang! (Vero)

Baca lebih lanjut>
Menjejakkan Kaki di Film
15 Jan 2018

Bernardus Raka Aditya Ramadeva (42412018), setelah memenangkan kategori Best Director 2016 di ajang GoVideo Competition melalui film “Delivering Happiness”, ia kembali lagi bersama timnya di People Film memenangkan hati penonton dan merebut juara favorit di filmnya di ajang Festival Iklan Bukalapak 2016.

Seri “Si Pitak” ini menceritakan tentang seorang laki-laki muda bernama Pitak yang terobsesi untuk bisa menjadi pahlawan. Namun setiap kali dia mencoba untuk mejadi pahlawan, apapun yang dilakukannya dipersepsi berbeda oleh orang-orang di sekitarnya. Rambutnya yang pitak menjadikan dia selalu diremehkan oleh orang sekitarnya. Pada akhirnya dia menemukan cara lain untuk menolong sesame.

Filmnya dapat dilihat di

https://www.youtube.com/watch?v=T8Cu6hIzhhA

Selamat buat Raka dan People Film!

 

Image courtesy: https://festivaliklan.bukalapak.com/

Baca lebih lanjut>
Lagi, di Communication Awards (CA) 2016
15 Jan 2018

Communication Awards adalah ajang apresiasi nasional mahasiswa kreatif tertua dan terbesar di Indonesia yang memiliki lima kategori kompetisi; CSR Program, Feature Writing, Festival Film Gadget, Integrated Campaign, dan Print Ad yang diselenggarakan oleh Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Komakom UMY).

Di ajang ini, kembali lagi seperti di tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa DKV UK Petra meraih prestasi di CA 2016 ini. Adalah Angeline Clareta Hayono (42413126) dan Jeffry Pranaya Gosaly (42414026) yang masing-masing meraih Juara 1 dan Juara 2. Prestasi yang sungguh membanggakan. Selamat ya buat kalian! Terus berkarya dan bersahaja!

 

Baca lebih lanjut>
Silver di AdStudent Pinasthika 2016
15 Jan 2018

Pinasthika Creativestifal 2016 adalah event insan kreatif nasional yang diadakan oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Daerah Istimewa Yogyakarta yang bekerjasama dengan Harian Kedaulatan Rakyat. Dalam event ke-17 ini tema besarnya adalah AWAKE ON yang menampilkan ribuan karya kreatif se-Indonesia.

Dari puluhan kategori untuk insan professional kreatif tersebut ada kategori AdStudent (mahasiswa) yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari kampus-kampus yang mempunyai program studi ilmu komunikasi maupun desain komunikasi visual se-Indonesia.

Untuk Pinasthika 2016 ini, mahasiswa DKV UK Petra mendapatkan SILVER di kategori AdStudent melalui Nita Elviani Limman (42414023) & Sonia Anggriawan (42414006).

Sementara itu di kategori lain, alumni DKV UK Petra yang baru saja lulus berhasil mendapatkan silver dan bronze melalui Vincentius Bobby dan Anthony Chandra.

Selamat!!!

 

Baca lebih lanjut>
Menampilkan 1-20 dari 23 item.