Klopp Time: Persembahan dari Fans Liverpool FC

15 Jun 2021

Obed Bima Wicandra, dosen DKV UK. Petra baru saja merilis sebuah buku berjudul KLOPP TIME. Berikut kisahnya:

Buku KLOPP TIME ini bisa dikatakan sebagai sebuah cara membunuh waktu. Bekerja dari rumah saat pandemi terjadi membuat siklus yang sudah terbentuk menjadi berantakan. Bukan malah membuat pekerjaan berkurang tetapi justru menambah pekerjaan. Jam istirahat yang juga berubah serta banyak kebiasaan-kebiasaan sebelum pandemi yang “terpaksa” akhirnya turut berubah. Nah, pada saat itulah perlu cara untuk mengatasi anomali-anomali selama pandemi dengan membuat karya, seperti buku ini.

Sebagai fan klub Liverpool FC, saya sudah memiliki intuisi bahwa tak lama lagi Liverpool akan menjadi juara di Liga Primer Inggris setelah 30 tahun nirgelar liga Inggris. Keyakinan itu terbentuk saat Liverpool memanggil Jurgen Klopp sebagai pelatih. Kemudian saat Liverpool menjadi runner up Liga Champions dan berlanjut tahun berikutnya menjadi juara Liga Champions, serta saat jarak point yang didapat Liverpool terpaut sangat jauh dari kompetitor yang lain, keyakinan saya makin kuat. Pada saat itulah, saya berpikir bahwa kenapa tidak membuat buku tentang perjalanan Liverpool selama dilatih oleh Klopp. Setelah mengonsep apa yang akan ditampilkan dalam buku, saya akhirnya menemukan apa yang akan disampaikan melalui buku ini.

Jurgen Klopp, bagi saya bukan hanya pelatih. Ia paket lengkap mengenai seorang pelatih yang paham taktik bertanding, seorang filsuf yang paham filosofi klub, seorang public relation handal yang mengerti psikologi massa, serta seorang komunikator yang mumpuni saat berbicara pada tim dan tahu apa yang akan dibicarakannya pada fans. Ia juga paham bagaimana memotivasi tim. Saat secara matematis Liverpool susah melaju ke final Liga Champions karena dibantai 3-0 di kandang Barcelona, pada leg selanjutnya, justru Barcelona yang dikubur di Anfield dengan skor yang mencolok, 4-0. Ada kekuatan kata-kata pada diri Klopp hingga pasukannya kesetanan sejak menit awal membombardir gawang Barcelona. Nah, kekuatan kata-kata itulah yang saya jadikan big idea dalam membuat buku ini. Buku kumpulan kata-kata. Buku paduan kutipan dan komposisi dalam desain grafis. Kata-kata yang tak hanya indah saat menang, tapi juga membangkitkan saat kalah. “Bumi tak akan berhenti berputar hanya karena (kita) kalah. Esok matahari masih bersinar kembali,” kata Klopp yang terdengar bagai mantra. Benar saja, Liverpool akhirnya menjadi juara Premier League musim 2019/2020. (OBD)

 

Judul buku: “KLOPP TIME: Kutipan-Kutipan Jurgen Klopp 2015-2020”

Penyusun: Obed Bima Wicandra

Penerbit: LPPM UK Petra bekerjasama dengan Nulisbuku

Tahun Terbit: Juni 2021

Tebal: 240 halaman


Close previewer