
Musik tidak pernah berdiri sendiri, musik selalu hadir bersama representasi visual yang membentuk identitas dan maknanya. Dalam konteks mata kuliah Design Culture, desain dipahami sebagai bagian dari sistem sosial yang hidup dalam masyarakat dan berperan dalam membentuk cara kita memahami dunia. Dalam industri musik, elemen visual seperti sampul album, merchandise, hingga persona panggung merupakan bentuk nyata bagaimana desain beroperasi dalam ranah pop culture. Visual berfungsi sebagai pelengkap, sekaligus medium komunikasi yang menyampaikan identitas, ideologi, dan nilai budaya kepada audiens.
Kehadiran Arsita Pinandita dan Christabel Annora diharapkan dapat memberikan perspektif komprehensif dari sisi akademik dan praktik. Dalam kerangka pemikiran Malcolm Barnard, keduanya dapat dipahami sebagai bagian dari cultural producers yang mengomunikasikan makna melalui media visual yang dikomodifikasikan.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa desain bukan hanya persoalan keterampilan teknis, tetapi juga alat strategis dalam membangun makna, identitas, dan komunikasi dalam konteks budaya yang dinamis.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa:
- Mampu menganalisis hubungan antara prinsip desain dan elemen visual dalam media musik untuk memahami bagaimana identitas budaya dan pesan dikomunikasikan secara efektif.
- Memperoleh wawasan kritis mengenai strategi komunikasi visual dan tren dalam industri musik serta dampaknya terhadap dinamika sosial dan budaya populer.
- Memahami peran desainer, akademisi, dan praktisi dalam menjembatani ideologi musisi dengan persepsi masyarakat.
Rasionalitas Akademik
Kuliah tamu ini mendukung penguatan pilar:
- Empati → memahami audiens dan konteks sosial
- Eksperimentasi → eksplorasi bentuk visual dalam budaya populer
Serta relevan dengan salah satu tujuan capaian mata kuliah, yaitu kemampuan menganalisis elemen visual dan makna dalam konteks budaya.
Pertanyaan Pedoman
Narasumber diharapkan dapat mengelaborasi materi dengan mengacu pada pertanyaan berikut:
- Bagaimana elemen visual (seperti merchandise, sampul album, dan sebagainya) berfungsi sebagai alat komunikasi yang merepresentasikan identitas musisi dan skena budayanya?
- Bagaimana interaksi antara prinsip desain dan dinamika sosial dalam industri musik membentuk solusi visual yang relevan bagi masyarakat?
- Di era digital, bagaimana teknologi dan media baru mendefinisikan ulang kreativitas dalam visualisasi musik?
- Bagaimana desainer dan/atau musisi mempertahankan nilai lokal atau personal di tengah arus global pop culture?
Relevansi dengan Isu Terkini
Kuliah tamu ini juga merespons perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam industri kreatif. Di tengah otomasi aspek teknis, kemampuan memahami makna, konteks, dan budaya menjadi kompetensi kunci yang membedakan peran desainer di masa depan.
Narasumber diharapkan akan:
- Menyampaikan materi berbasis studi kasus nyata
- Mengaitkan praktik dengan konteks sosial dan budaya
- Menunjukkan proses berpikir dalam membangun makna visual
- Mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis, bukan hanya menerima informasi
Narasumber
Pembicara 1: Arsita Pinandita (Penulis buku Merchandise Gaya Visual Dalam Skena dan & Musik Menjadi Visual, Dosen Universitas Telkom Purwokerto)
Pembicara 2: Christabel Annora (Pianis, Penyanyi, dan Dosen Universitas Surabaya)
Waktu Kegiatan
Selasa 5 Mei 2026, 10.30 – 14.00 di Amphitheater Q
Akan ada juga Musical Performance
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan yang memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami desain sebagai praktik budaya. Kuliah tamu ini menjadi ruang dialog antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam membaca serta memaknai hubungan antara visual, musik, dan masyarakat.




